Minggu, 15 April 2012

Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah himpunan komputer yang dihubungkan baik dengan kabel maupun tanpa kabel sehingga dapat saling berkomunikasi.


Komunikasi dapat berupa pertukaran data (data transmission), pemakaian alat secara bersama-sama (resource sharing) dan pengendalian (remote control)







  1. Local Area Network (LAN)


Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil  (jaringan komputer kampus, kantor, rumah, sekolah, atau yang lebih kecil)

Beroprasi pada area yang terbatas (0-10 km)

Koneksi peralatan berdekatan.

Kendali jaringan di bawah administrasi lokal.

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi.

Jangkauan MAN antara 10-50 km.

Jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor dalam satu kota.

3. Wide Area Network (WAN)

Kumpulan dari MAN dan/atau Workgroup yang di hubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan internet.

Dapt menggunakan jaringan internet yang sudah ada. 


Perbedaan LAN, WAN dan MAN :

LAN : Local Area Network.
MAN : Metropolitan Area Network.
WAN : Wide Area Network.

Yang membedakan : 

  1. Jangakauannya.
  2. Kecepatan transfer data.
  1. Jaringan Berkabel (Wired Network)
Untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain di perlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan. 

2. Jaringan Nirkabel (Wirless Network)

Jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak di perlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.


Topologi Jaringan

Bentuk perancangan baik secara fisik maupun secara logik yang di gunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer. 

  1. Topologi Bus

Kedua ujung jaringan harus di akhiri dengan sebuah terminator. 

Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya. 

Kelebihan Topologi Bus : 

  1. Pengembangan jaringan atau penambahan workstation dapat di lakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation yang lain.
  2. Biaya instalasi murah.
  3. Sesuai untuk rangkaian yang kecil.

Kekurangan Topologi Bus :

Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan. 

2. Topologi Star 


Bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. 

Termasuk topologi jaringang dengan biaya yang menengah. 

Kelebihan Topologi Star : 

  1. Setiap node berkomunikasi dengan konsentrator (HUB)
  2. Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut.
  3. Penambahan dan pengurangan station dapat di lakukan dengan mudah. 
  4. Tahan terhadap jaringan lalu lintas yang sibuk. 

Kekurangan Topologi Star : 

  1. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada (HUB)
  2. Lalu lintas data yang padat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
3. Topologi Ring : 


Dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya membentuk jalur melingkar, membentuk cincin. 

Layout kabel sederhana. 

Komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalamai gangguan. 

Kelebihan Topologi Ring : 

  1. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server. 
  2. Dapat melayani aliran lalu lintas yang padat. 
  3. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kekurangan Topologi Ring :

  1. Penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.
  2. Jika salah satu terminal mengalami kerusakan, maka semua terminal pada jaringan tidak dapat di gunakan. 

4. Topologi Tree


Di sebut juga sebagai topologi bertingkat. 

Kombinasi antara Topologi Star yang di hubungkan dalam Topologi Bus sebagai backbone.

Kelebihan Topologi Tree : 

  1. Kontrol manajemen lebih mudah karena bersifat berpusat dan terbagi dalam tingkatan jenjang. 
  2. Mudah di kembangkan. 

Kekurangan Topologi Tree : 

  1. Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang di bawahnya akan rusak.
  2. Dapat terjadi tabrakan file data (collision)
  3. Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel daripada topologi lain. 

5. Topologi Mesh 


Memiliki jalur ganda dari setiap perangkat pada jaringan. 

Semakin banyak jumlah komputer pada jaringan, maka akan semakin sulit cara pemasangan kabel pada jaringan. 

Kelebihan Topologi Mesh : 

  1. Susunan pada setiap peralatan yang ada di dalam jaringan saling terhubung. 
  2. Relatif lebih mudah untuk di lakukan trouble shoot.
  3. Mampu menampung banyak pengguna yang aktif. 

Kekurangan Topologi Mesh : 

  1. Sulitnya melakukan instalansi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin banyak.
  2. Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih. 
  3. Membutuhkan banyak kabel sehingga mudah mengalami gangguan. 


  1. Client Server 

Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. 

 Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.


2. Peer To Peer

P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (Bahasa Inggris) atau teknologi dari “ujung” ke “ujung” pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi “berbagi-berkas” (File Sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas.
Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.

Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin dilakukan oleh perangkat tersebut – dan mungkin saja bisa membuat perusahaan besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu".
Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna.


Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.

Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-to-peer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh banyak perusahaan juga.

3. Host Terminal

Terminal komputer ialah peranti perkakasan elektronikatau peranti perkakasan elektromekanik yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer (atau sistempengkomputan), dengan data itu dipaparkan pada skrinmonitor. Ia merupakan salah satu contoh antara muka manusia-mesin (HMI).


"Terminal teks" (seringnya dipanggil dengan mudah sebagai "terminal" atau kekadangnya sebagai "konsol teks") ialah antara muka komputer bersiri untuk memasukkan dan memaparkan teks sahaja. Kebanyakan terminal teks disambungkan kepada komputer kerangka utama dan seringnya memiliki skrin yang berwarna hijau atau kuningjingga. Ia biasanya berkomunikasi dengan komputer melalui port bersiri yang biasanya menggunakan antara muka bersiri RS-232.


Terminal pengguna awal yang disambungkan kepada komputer umumnya merupakan telepencetak elektromekanik (TTY) yang pada asalnya bertujuan untuk telegrafi. Menjelang awal dekad 1970-an, banyak orang dalam industri komputer menyedari bahawa terminal kemasukan data video dapat menggantikan kad tebuk yang digunakan secara meluas ketika itu lalu memperkenalkan penggunaan komputer interaktif. Masalahnya adalah bahawa penyimpanan maklumat pada halaman teks memerlukan jumlah ingatan sebesar ingatan minikomputer bawahan yang digunakan ketika itu. Dengan itu, satu dorongan utama untuk membangunkan mikrokomputer merupakan pemudahan dan pengurangan bahan elektronik yang diperlukan di dalam terminal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar